Kamis, 30 September 2010

NETRALITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL

I. Pengertian Netralitas PNS

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988:613) menyatakan bahwa Netral adalah tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak). Sedangkan Netralitas adalah keadaan dan sikap netral (tidak memihak, bebas).

II. PNS dan Partai Politik

Untuk membangun demokrasi pemerintahan dan birokrasi yang bebas dari campur tangan partai politik, Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 mengatur :
a. Pegawai negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan   pelayanan kepada masyarakat secara profesional, Jujur, adil dan merata dalam  penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan;
b. Dalam kedudukan dan tugas tersebut, pegawai negeri harus netral dari pengaruh semua  golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat;
c. Untuk menjamin netralitas, pegawai negeri dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Apabila melanggar ketentuan peraturan perundangan maka dapat dijatuhkan sanksi berupa pemberhentian sebagai PNS (Pasal 3 ayat (3) dan penjelasan umum angka 6 UU Nomor 43 Tahun 1999).

III. PNS dan Pemilihan Kepala Daerah

Menurut Ayat (1) Pasal 79 UU 32 Tahun 2004 mengatakan bahwa Dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah, dilarang melibatkan :
a. Hakim pada semua peradilan
b. Pejabat BUMN/BUMD
c. Pejabat Struktural dan fungsional dalam jabatan negeri
d. Kepala Desa

Ayat (3) Pasal 79 UU 32 Tahun 2004 mengatakan bahwa pejabat negara yang menjadi calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam melaksanakan kampanye harus memenuhi ketentuan :
a. tidak menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya
b. menjalani cuti di luar tanggungan negara
c. pengaturan lama cuti dan jadwal cuti dengan memperhatikan keberlangsungan tugas
  penyelenggaraan pemerintahan daerah

Ayat (4) Pasal 79 UU 32 Tahun 2004 menyatakan bahwa pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, dilarang melibatkan pegawai negeri sipil, anggota TNI, dan anggota Kepolisian Republik Indonesia sebagai peserta kampanye dan juru kampanye dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Pasal 80 mengatakan bahwa pejabat negara, pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negeri, dan kepala desa dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.

Sedangkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor SE/08.A/M.PAN/5/2005 tentang Netralitas Pegawai Negeri Sipil dalam Pemilihan Kepala Daerah mengatur sebagai berikut :
• Bagi PNS yang menjadi calon Kepala atau Wakil Kepala Daerah :
– wajib membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan negeri pada jabatan struktural atau fungsional yang disampaikan kepada atasan langsung untuk dapat diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
– dilarang menggunakan anggaran pemerintah dan/atau pemerintah daerah;
– dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya;
– dilarang melibatkan PNS lainnya untuk memberikan dukungan dalam kampanye.

Bagi PNS yang bukan Calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah
a. Dilarang terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung Calon Kepala Daerah dan atau
  Kepala Daerah
b. Dilarang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya dalam kegiatan kampanye
c. Dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah
  satu pasangan calon selama masa Kampanye
d. atas penunjukan KPUD dengan persetujuan Kepala Daerah

Penjatuhan Hukuman Disiplin atas Pelanggaran ketentuan tersebut, didasarkan atas kriteria sbb :
a. Hukuman Disiplin Tingkat Berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah paling lama 1  tahun :
  • Bagi PNS yang melibatkan PNS lainnya untuk memberikan dukungan dalam kampanye;
  • Bagi PNS yang duduk sebagai Panitia Pengawas Pemilihan, kecuali dari unsur Kejaksaan dan
  Perguruan Tinggi

b. Hukuman Disiplin Tingkat Berat berupa Pemberhentian dengan Hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dengan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan :
  • Bagi PNS yang terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung Kepala atau Wakil Kepala Daerah
  • Bagi PNS yang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya dalam kegiatan kampanye
  • Bagi PNS calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang tidak mematuhi kewajiban
  menjalani cuti selama proses pemilihan sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan yang
  berlaku

c. Hukuman disiplin berat berupa Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS :
  1. Bagi PNS yang tidak membuat surat pernyataan kesanggupan mengundurkan diri dari jabatan negeri apabila terpilih menjadi Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah yang diserahkan kepada instansinya;
  2. Bagi PNS yang menggunakan anggaran pemerintah, dan pemerintah daerah dalam proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
  3. Bagi PNS yang menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya dalam proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
  4. Bagi PNS yang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye

Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 270/2525/SJ Tanggal 29 Oktober 2007 perihal Netralitas PNS dalam PEMILU KDH/WKDH menyatakan bahwa PNS yang bukan calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah dilarang :
  1. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah atau Wakil  Kepala Daerah;
  2. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya dalam kegiatan kampanye atau  pemenangan salah satu pasangan calon
  3. Mengikuti rapat konsolidasi atau rapat lain untuk pemenangan salah satu pasangan calon
  4. Mempengaruhi KPUD agar menguntungkan salah satu pasangan calon;
  5. Memanfaatkan/mempengaruhi birokrasi untuk menguntungkan salah satu pasangan calon;
  6. Mengajak/menganjurkan masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon.
 Terhadap pelanggaran ketentuan di atas akan dikenai sanksi pelanggaran disiplin sebagaimana  diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai
 Negeri Sipil.

PNS yang dikenakan penahanan

Dalam penyelenggaraan manajemen kepegawaian baik di pusat maupun di daerah, sering terjadi adanya PNS yang ditahan oleh pihak yang berwenang karena melakukan suatu tindak pidana atau lainnya sehingga yang bersangkutan tidak dapat melaksanakan tugas sebagai PNS.
Terhadap PNS yang ditahan tersebut, maka berdasarkan PP 4 Tahun 1966 jo UU 43 Tahun 1999 menyatakan bahwa sejak penahanan yang bersangkutan diberhentikan sementara dari jabatan negeri sampai adanya keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Pemberhentian sementara dari jabatan negeri bukan memberhentian yang bersangkutan dari status PNS nya, namun memberhentikan sementara yang bersangkutan dari aktivitas sebagai PNS.

PNS yang diberhentikan sementara dari jabatan negeri mendapat bagian dari gaji pokoknya sebesar :
 @ apabila ada petunjuk yg meyakinkan diberi gaji 50%.
 @ apabila blm ada petunjuk yg jelas diberi gaji 75%.

Pemberhentian sementr dari jabatan negeri tersebut dalam rangka menjamin kelancaran pemeriksaan. Apabila telah ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka :
- Apabila PNS yang diperiksa tersebut ternyata tidak bersalah maka PNS direhabilitasi terhitung sejak dikenakan pemberhentian sementara (rehabilitasi = PNS yg diaktifkan & dikembalikan pada jabatan semula)
- Apabila ternyata bersalah/dihukum penjara/kurungan, maka PNS yang bersangkutan dapat diberhentikan atau tidak dengan memperhatikan ketentuan pasal 23 ayat (3) huruf b, ayat (4) huruf a, & ayat (5) huruf c UU 43 Tahun 1999. 

123 Penyebab Pria Menangis

(Must KNOW)

August 4, 2010
By admin
Cowok kok nangis? Malu, dong… Ah siapa bilang? Sst… kalau kamu mau tahu apa saja yang bisa membuat lelaki itu menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa, bacalah artikel ini sampai selesai.
Ada sedikitnya tiga hal yang dapat membuat kaum pria meneteskan air mata, yaitu: cinta, dosa, dan wanita.
(Dito Anurogo)

– ** 00 ** –
Nah… inilah 123 hal yang membuat pria meneteskan air mata, atau setidaknya membuat hatinya tersayat, teriris, terluka-pedih….
Sosok pria sebagai seorang ayah, ia akan menangis, berduka, terluka, sedih, atau kecewa jika:
  • Ada pria lain, selain dirinya, di hati istri yang amat dicintainya.
  • Ia ditinggalkan sendirian oleh anak dan istrinya.
  • Ia tidak pernah dianggap ada oleh keluarganya.
  • Kedatangannya disambut dengan omelan, berbagai macam pertanyaan penuh kecurigaan, atau muka masam dari istri dan/atau anak-anaknya. Sepantasnya seorang istri menyambut suami dengan sapaan nan lembut, senyuman yang mesra, dengan pakaian yang memesona.
  • Istrinya diketahui selingkuh atau “ada main” dengan pria lain.
  • Ia tidak mampu memberikan uang jajan untuk putra/i yang dicintainya.
  • Ia tidak mampu memberikan atau membelikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.
  • Ia masih tergantung dengan orang tuanya, terutama dalam segi materi.
  • Ia teringat dengan masa lalunya yang begitu menyenangkan, dan sekarang ia merasa begitu menderita.
  • Jika masa lalunya begitu kelabu, ia akan menyesalinya mengapa ia seperti itu, sehingga… kini ia berjanji untuk bertaubat agar lembaran kehidupan menjadi putih berseri.
  • Ia dimasukkan oleh anak-anaknya ke panti jompo setelah ia tidak lagi mampu berbuat apa-apa.
  • Ia dibantah anak-anaknya dengan cara yang begitu kasar.
  • Anak-anaknya yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang membencinya ketika mereka (beranjak) dewasa.
  • Anak-anaknya menjadi pembangkang, nakal, bandel, sulit diatur. Intinya adalah anak-anaknya menjadi orang yang kurang/tidak cerdas baik dari segi IQ (intelektual), EQ (emosional), SQ (spiritual), maupun AQ (adversity quotient).
  • Anak-anaknya hanya mau hartanya saat ia ada, bahkan sampai berebut warisannya setelah ia tiada.
Sosok pria sebagai seorang anak, balita, anak kecil, atau remaja ia akan menangis, bersedih, terluka, berduka, atau kecewa jika:
  • Kehadirannya di dunia ini ternyata tidak dikehendaki oleh orang tuanya.
  • Ia dikatakan sebagai anak haram, anak durhaka, anak yang tak tahu balas budi, anak kurang ajar, anak yang tak tahu berterimakasih, dan sebutan lainnya yang tak pantas.
  • Ia tidak dibelikan mainan atau sesuatu yang diinginkannya.
  • Ia merasa haus.
  • Ia merasa lapar.
  • Ia merasa atau melihat orang tuanya tidak harmonis, sering cekcok, sering bertengkar.
  • Ia dijauhkan dari sesuatu (baik barang, benda, mainan, maupun eseorang) yang disukai atau dicintainya.
  • Ia merasa kemauan/keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya.
  • Ia dimarahi, terutama hanya gara-gara masalah kecil/sepele.
  • Ia dibentak-bentak.
  • Ia terlalu dibatasi dan dikekang.
  • Ia dilarang bergaul dengan lawan jenis, hanya karena alasan takut dengan pergaulan bebas. Solusinya: orang tua memberitahu cara-cara bergaul yang agamis dan dinamis.
  • Ia dilarang melakukan sesuatu dengan alasan kasihan atau sayang. Sering kita mendengar orang tua berkata, “Melarang itu berarti tanda sayang.” Tidak dalam semua hal ungkapan ini benar.
  • Ia tahu orang tuanya terlilit hutang, atau ada masalah yang tak mudah untuk dipecahkan.
  • Ia tahu orang tuanya terlibat dalam masalah kriminal.
    v>
  • Ia dipaksa menikah, atau dijodohkan orang tuanya dengan seorang gadis yang tidak dicintainya, atau dijodohkan dengan seorang wanita demi memenuhi ambisi, keinginan, kemauan orang tuanya, misalnya: mempertahankan kerajaan bisnis keluarga, demi reputasi-popularitas, demi kekayaan dan kejayaan, dsb.

Sosok pria sebagai seorang kekasih, ia akan menangis, atau setidaknya terluka, kecewa, bersedih hati, jika:
  • Ia tidak bisa membahagiakan wanita yang dikasihinya.
  • Kehadirannya sama seperti ketiadaannya.
  • Ia tidak bisa membuat wanita yang disayanginya tersenyum bahagia dan wajahnya berbinar ceria.
  • Wanita yang dicintainya (ternyata) tidak mencintainya dengan sepenuh hati, atau hanya mencintainya dengan separuh hati.
  • Kekasihnya berpaling ke lain hati, mencari kehangatan lelaki lain, mencari pelukan lelaki lain.
  • Wanita yang dipujanya (diam-diam) mengagumi, memuji-muji, memuja kelebihan cowok lain, terlebih di depan matanya sendiri, lalu memandang rendah dirinya.
  • Wanita idaman hatinya hanya mencintai hanya saat memerlukannya, jika tidak sedang butuh… wanita itu berpaling ke pria lain.
  • Ia melihat wanita yang dikasihinya sedang bermesraan, bergandengan tangan, berciuman, dan/atau berselingkuh dengan pria lain.
  • Ia dibanding-bandingkan dengan pria lain, terutama dalam masalah status, pekerjaan, dan… uang (harta).
  • Ia merasa dikhianati oleh wanita yang begitu dikaguminya dikasihinya, disayanginya, dan dicintainya.
  • Ia ditinggalkan, dicampakkan, ditelantarkan, atau ditinggal pergi begitu saja, diputuskan secara sepihak oleh wanita yang amat dicintainya.
  • Ia (merasa) dicintai oleh wanita yang salah, pada saat yang salah (di waktu yang tidak tepat), dan di tempat yang salah.
  • Ia setia, namun kekasihnya tak setia.
  • Cinta wanita kepadanya dihiasi dengan kepalsuan. Maksudnya, wanita itu mencintainya karena ia memiliki harta, kedudukan, popularitas. Singkatnya, wanita itu mau dan mencintai karena sang Pria “memiliki dunia”. Setelah semuanya tiada, pria itu ditinggalkan begitu saja.
  • Cinta wanita kepadanya dibingkai dengan kehampaan. Maksudnya, wanita itu hanya berpura-pura saja mencintainya, atau menjadikan dirinya semata hanya sebagai pelampiasan, pelarian, pelabuhan sementara. Ungkapan “Dalam dunia percintaan, kepura-puraan adalah hal yang amat menyakitkan!” terasa kebenarannya.
  • Ia terlalu dikekang atau diatur oleh kekasihnya.
  • Ia harus selalu menuruti atau membenarkan semua kemauan, keinginan, saran, nasihat, pendapat dari wanita yang amat dicintainya.
  • Wanita yang disayanginya berubah menjadi baik hanya jika “ada maunya”.
  • Ia melihat wanita yang amat dicintainya sedang menangis atau bersedih hati.
  • Ia tidak bisa membantu wanita yang dikasihinya saat wanita tersebut benar-benar memerlukan pertolongannya.
Sosok pria sebagai seorang pengajar, guru, dosen, atau tutor, ia akan menangis atau bersedih hati jika:
  • Ia tidak bisa membuat muridnya memahami atau mengerti apa yang diajarkannya.
  • Ia menyaksikan muridnya gagal dalam ujian, tidak lulus dalam mata pelajaran/kuliah yang diberikannya. Kesedihan ini akan terasa begitu mendalam jika murid-muridnya gagal di dalam menghadapi “ujian Kehidupan”.

Rabu, 29 September 2010

A Story Book "Tatkala Leukimia Meretas Cinta"



Aku memang sangat suka membaca buku...semua jenis buku mulai dari kisah perjalanan hidup tokoh dunia, cerpen, fiksi dan non fiksi...sampe kacamataku terasa makin tebal aja setiap hari...Hehehe!!!
Baru2 ini aku udah beli buku lagi (dan lagi)...Judulnya "Tatkala Leukemia Meretas Cinta", buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari. Dalam buku ini Beliau mengisahkan bagaimana perjuangannya sebagai Menteri Kesehatan melaksanakan tugas negara sebaik-baiknya guna menyejahterakan kesehatan 220 juta rakyat indonesia, dimana pada saat yang bersamaan ia harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri yang mendampingi sang suami yang menderita penyakit kronis Leukemia Akut, yang hanya dalam hitungan beberapa bulan telah memisahkan mereka berdua sebagai sepasang sejoli yang saling mencintai.

Membaca kisah ini, aku jadi teringat (lagi) pada Almarhum ayahku yang telah meninggal 16 tahun yang lalu, penyebabnya ialah penyakit Leukemia akut. Ayah juga seorang dokter, Dokter Spesialis Anak tepatnya.
Usianya cukup singkat untuk ukuran seorang dokter ahli, di usianya yang ke 42 tahun beliau terdiagnosis menderita penyakit Leukemia, dan ia kembali ke pangkuan Allah SWT hanya 2 minggu setelah Hari Jadinya yang ke 43 tahun.

Sekarang aku jadi mengerti apa arti Cinta Sejati sebenarnya, setelah merenungi Kisah 'Ibu Menkes' dan Terkenang kembali almarhum ayahku. Cinta sejati bukan berasal dari kebahagiaan dan kesenangan, namun berasal dari kasih sayang yang tumbuh semakin subur dalam segala keterbatasan dan kepedihan yang kita alami.

Selasa, 28 September 2010

Hotel Terindah Di Dunia

Hotel Terindah Abad Ini Hapir Selesai Di bangun

If you are looking for really something different, this might be it. Atkins has won an international competition to design a five-star resort hotel set within a beautiful 100 meter deep quarry in the Songjiang district close to Shanghai in China. I know that from these pictures the hotel looks almost unreal, but this project is expected to be completed by May, 2009. Its stunning concept designs inspired by the natural water and landscape features of the quarry captured the imagination of judges to quash competition from two other international firms. The quarry will provide protection from the weather, and reduce the energy needs of the hotel. The complex will contain restaurants, cafes, sport facilities, and will even include underwater public areas and guestrooms.
songjiang shanghai atkins
The innovative design of the 400-bed resort hotel stands two levels higher than the rock face of the 100 metre deep quarry and includes underwater public areas and guestrooms. It will incorporate conference facilities for up to 1,000 people, a banqueting centre, restaurants, cafés and sports facilities. Sustainability is integral to the design ranging from using green roofing for the structures above the ground level to geothermal energy extraction. An aquatic theme runs through the design both visually and functionally. Two underwater levels will house a restaurant and guestrooms facing a ten-metre deep aquarium. The lowest level of the hotel will contain a leisure complex with a swimming pool and water-based sports. An extreme sports centre for activities such as rock climbing and bungee jumping will be cantilevered over the quarry and accessed by special lifts from the water level of the hotel. - Via - Greenroofs & E-Architect
Hotel WaterfallHotel Chinasongjiang Quarry songfronte

Minggu, 26 September 2010

My Stupid Boss...

Kemaren waktu jalan2 di mall, aku ngedapetin buku gokil yang inspiratif banget buatku, buku itu judulnya "My Stupid Boss"...................!!!
Buku ini mengingatkanku pada Si Big Boss_ku di kantor, yang saban hari bikin gw kesel krn hal berikut :

1) Mengetik konsep surat berulang-ulang hanya karena dia menambahkan sedikit demi sedikit idenya, padahal udah cetakan ke 10 masih belum lengkap aja idenya. Cape' dehh...!!
Boss : Tenri tolong ketik ini surat ya, nih konsepnya udah saya buat, tinggal diketik aja.
Gw : Ok pak (langsung mengetik surat sambil dengan teliti memperhatikan segala titik bengek tulisannya..)
15 menit surat selesai saya ajukan ke pak boss...
Gw : Ini pak suratnya.. (sambil berpikir apalagi nih koreksiannya)
Boss : (Memandangi surat dengan 'sok teliti' dan mata berkedip2 kayak lampu 20 watt udah mau soak)
Hmm...eh tolong cek yang ini belum sesuai deh...eh yang ini huruf kecil harusnya huruf besar...eh yang ini kurang komanya...oh ya yang ini tambahin titik ya disini nih..nih...
Gw : (memperhatikan surat dengan seksama) oh oke pak. (aku ketik ulang deh tuh surat)
Nih pak udah selesai... (aku menyerahkan surat ke pak boss dengan riang mudah2an gak diulang lagi suratnya)
Boss : (memandangi surat dengan 'sok seksama') oh iya udah cocok ini.
Gw : (Kembali ke tempat duduk mulai mengerjakan tugas yang lain)...5 menit kemudian.....
Boss : Eh tenri, ini masih ada yang sy tambahkan redaksinya...kalo bisa ini baris kalimatnya diturunin yah...yang ini dikasi spasi aja supaya keliatan cantik.. (sambil jarinya menari2 diatas kertas tunjuk sana sini kayak dosen ngajar gak jelas)
Gw : (Arrggghhh.....kenapa gak loe sendiri aja yang ngetik suratnya..Loe mau apain tuh surat jungkir balik juga suka2 loe.) Iya deh pak (sambil menarik napas keseLLLLL)
----kejadian ini bisa berulang2 sampe kertas cetakan ke 10 baru deh idenya lengkap...!!! kayaknya yang paling memboroskan kertas HVS dan tinta printer di kantor itu bukan sekedar kerjaan kantor tapi.....Idenya pak Boss yang dateng seupiL-seupiL.......!!!!! (kalo 'sedikit-sedikit' masih mending tapi ini sih sepersepuluh dari 'sedikit-sedikit'...jadinya 'seupiL-seupiL dehhh')

2) 

Kamis, 23 September 2010

Malaikat VS Setan

BAB I
MALAIKAT
1.Tugas Malaikat Bagi Orang Beriman.
Salah satu syarat seorang dikatakan beriman adalah keimanan kepada malaikat. Tugas yang dibebankan Allah Swt kepada manusia adalah meniup ruh kepada janin; baik itu manusia beriman atau kafir, memelihara seluruh manusia, menyampaikan Wahyu, mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia, serta mencabut ruh manusia atas perintah Allah. Malaikat pun memiliki tugas khusus terhadap orang-orang beriman, yaitu :
a.Memberikan kecintaan kepada orang-orang beriman.
b.Meluruskan jalan kehidupan orang-orang beriman.
c.Membawa shalawat bagi orang-orang yang melakukan hal berikut :
1)Mengajarkan kebaikan kepada orang lain,
2)Mengimami shalat di Masjid,
3)Shalat pada shaf pertama,
4)Tidak langsung beranjak dari tempat shalat,
5)Merapatkan atau mengisi shaf kosong saat shalat,
6)Makan sahur untuk shaum (puasa),
7)Membawa shalawat kepada Rasulullah, dan
8) Menjenguk orang sakit.
d.Mengamini do’a-do’a orang yang beriman.
e.Membawa Istigraf/permohonan ampunan Allah Swt bagi orang-orang yang beriman.
f.Menghadiri majelis ilmu dan zikir, serta menaungi orang-orang beriman yang berada di majelis tersebut dengan sayap-sayapnya.
g.Mencatat pahala bagi orang yang shalat Jum’at.
h.Melakukan pergiliran dalam tugas.
i.Turun ditempat yang didalamnya terdapat pembacaan Al-Qur’an.
j.Menyampaikan salam kepada rasul dan umatnya.
k.Memasuki barisan orang-orang beriman ketika berperang dan meneguhkan jiwa mereka.
l.Memberikan kabar gembira kepada orang yang beriman.
m.Memelihara dan melindungi Rasulullah Saw.
n.Memelihara orang beriman yang saleh dan senantiasa meneguhkan pendirian mereka.
o.Melayat jenazah orang saleh.
p.Menaungi orang yang mati syahid karena sayapnya.
q.Melindungi Mekkah dan Madinah dari Dajjal.
r.Mengucapkan “Amin” ketika seorang muslim mengucapkan “Amin” dan itu menambah pahala bagi seseorang yang mengucapkan “Amin”.
s.Menghibur orang beriman ketika mereka berada dalam kesusahan.
2.Tugas Malaikat Pada Manusia Umumnya.
Hubungan malaikat dengan manusia sangatlah erat. Mereka mengawasi dan memberikan perhatian kepada manusia ketika diciptakan, memelihara manusia ketika dilahirkan, mengawasi gerak-gerik dan amal perbuatan manusia, serta mengambil ruh manusia ketika datang ajalnya. Malaikat pun bertugas membawa wahyu dari Allah Swt bagi manusia. Tugas malaikat dapat kita lihat dalam Firman Allah berikut ini :
“Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang sembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaga atas perintah Allah.” (Ar-Rad : 10-11).
Imam Mujahidin berpendapat sebagai berikut : “Tidak ada seorang hamba pun yang tidak dijaga oleh malaikat yang sengaja diutus oleh Allah, baik ketika tidur maupun jaga, dari kejahatan jin, manusia, dan binatang. Jika ada kejahatan dari jin, manusia, dan binatang berbisa, malaikat akan berseru : “Awas, ada itu… itu!”. Dengan demikian selamatlah orang tersebut, kecuali jika Allah mengizinkan atau mentakdirkan yang lain.”
Tugas lain yang diemban malaikat adalah menjadi pendamping manusia. Hadist yang terdapat pada Shahih Muslim telah mempertegas itu. Ibnu Mas’ud r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda :
Artinya :
“Tidaklah seorang dari kamu melainkan kepadanya telah diutus teman pendamping yang terdiri atas jin dan malaikat. Para sahabat bertanya : “juga kepada engkau, ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Ya kepadaku juga. Hanya saja, Allah telah menolongku dengan menundukkan jin itu menjadi muslim sehingga dia tidak menyuruhku melainkan selain dalam hal kebaikan.”
Tugas lain yang diemban oleh malaikat adalah mengawasi amal perbuatan mereka, sebagaimana telah disebutkan Allah dalam Firmannya :
Artinya :
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (Malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (disisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu).” (Al-Infithaar : 10-11)
3.Ibadah Para Malaikat.
Para malaikat diciptakan untuk senantiasa beribadah dan mematuhi perintah Allah. Di dalam beribadahnya tidak dikenal istilah patah semangat atau mengendur, sebagaimana Firman Allah berikut ini :
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang diatas mereka dan melaksanakan apa yang telah diperintahkan (kepada mereka).” (An Nahl : 50).
“ ….penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.” (At-Tahrim : 6).
Ibadah-ibadah yang dilakukan para malaikat adalah :
  1. Senantiasa membaca tasbih sebagai zikir paling agung.
  2. Melakukan Shalat.
  3. Melaksanakan Ibadah Haji. Malaikat memiliki Ka’bah khusus di langit ketujuh yang dengannya mereka menjalankan Ibadah Haji. Allah menamai Ka’bah itu dengan Baitul Ma’mur.
  4. Sangat takut kepada Allah. Pengetahuan yang mendalam tentang Allah menyebabkan rasa takut mereka kepada Allah sangat besar.
4.Rasa Malu Dan Disiplin Para Malaikat.
Malaikat memiliki rasa malu dan disamping rasa malu, para malaikat pun memiliki kedisiplinan yang tinggi serta teratur dalam berbagai perkara. Dalam beribadah misalnya, Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk mengikuti disiplin para malaikat, sebagaimana pesan beliau ini :
“Tidakkah kalian berbaris dengan rapi seperti barisannya malaikat di sisi Rabb mereka !” Para sahabat menukas : “Jelaskanlah kepada kami, bagaimana cara baris mereka di sisi Rabb mereka itu ?” Rasulullah Saw menjawab : “Mereke menyempurnakan shaf yang pertama terlebih dahulu, baru shaf selanjutnya, begitu seterusnya.” (HR semua perawi kecuali Bukhari).
Kita telah mengetahui tugas, pekerjaan dan keutamaan malaikat sehingga sebagai seorang mukmin, kita wajib melakukan hal-hal berikut ini :
  1. menghindari perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang dapat menyakiti dan mengecewakan malaikat.
  2. Menjauhi hal-hal yang dibenci oleh para malaikat dan dibenci oleh manusia karena malailkat merasa terganggu dengan hal-hal yang membuat manusia merasa terganggu.
  3. Tidak meludah disebelah kanan ketika shalat,
  4. Mencintai dan menghormati mereka dengan tidak membeda-bedakan mereka seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi.
5.Rumah-rumah Yang Tidak Dimasuki Oleh Malaikat.
  1. Rumah orang yang memutuskan silaturrahmi.
  2. Rumah orang yang mendurhakai orang tua.
  3. Rumah orang yang memakan harta anak yatim.
  4. Rumah orang yang memakan harta riba.
  5. Rumah yang didalamnya terdapat anjing.
  6. Rumah yang ditempati setan :
1)Majelis yang kosong dari zikrullah.
2)Majelis yang kosong dari Solawat Nabi.
3)Majelis yang dihadiri orang-orang yang mau menang sendiri.
  1. Rumah yang penghuninya biasa mencaci maki :
1)Mencaci maki para sahabat.
2)Mencaci maki orang yang telah meninggal.
3)Mencaci maki setan.
4)Mencaci maki zaman atau kejadian alam.
5)Mencaci maki angin.
6)Mencaci maki ayam jantan.
7)Mencaci maki penyakit.
8) Mencaci maki secara umum.
  1. Rumah yang didalamnya terdapat patung (gambar).
  2. Rumah yang didalamnya terdengar nyanyian dan alat musik.
  3. Rumah yang didalamnya terdapat lonceng.
  4. Rumah yang penuh ratapan menangisi mayat.
  5. Rumah yang didalamnya terdapat perjudian dan khamar.
  6. Rumah yang didalamnya terdapat kemusyrikan.
  7. Rumah yang dijadikan tempat permainan dadu.
  8. Rumah yang didalamnya terdapat benda haram.
  9. Rumah orang-orang yang terkutuk :
1)Pemabuk
2)Orang yang menentang perintah Allah
3)Penyuap dan yang disuap
4)Penghambat perjalanan orang lain
5)Pemakan riba
6)Wanita yang mengubah ciptaan Allah
7)Suami yang menyetubuhi istri pada dubur dan orang yang menyetubuhi binatang.
8) Muhallil dan Muhallal-Lahu
9)Penghambat pelaksanaan perintah Allah
10)Pemberi tempat kepada pelaku Sid’ah
11)Wanita yang menolak permintaan suami
12)Orang yang menakut-nakuti orang lain dengan benda tajam
13)Orang yang meninggalkan shalat.
  1. Rumah yang berbau busuk.
  2. Rumah yang penghuninya tidak mandi janabah.
  3. Rumah yang penghuni laki-lakinya memakai za’faran.
  4. Rumah seorang pemboros.
  5. Rumah yang penghuninya terus menerus berbuat maksiat.
  6. Rumah yang digunakan untuk perbuatan keji.
  7. Rumah pelaku dosa besar.
BAB II
SETAN
Agar kita mewaspadai keberadaan setan, hendaklah kita mengenalnya. Setan telah diperkenankan Allah Swt berumur panjang sampai hari Kiamat sebagaimana Firmannya :
“Allah berfirman ‘(kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan’.” (Al-Hijr : 37-38).
Dengan modal diperkenankannya umur panjang, setan bertekad untuk mencapai tujuan, yaitu menyesatkan manusia, sebagaimana yang telah diabadikan dalam Al-Qur’an :
“Iblis berkata:’Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba engkau yang muklis diantara mereka.” (Al-Hijr : 39-40).
Berkaitan dengan hal itu, Sayyid Quthub berkata : “Dengan demikian, iblis laknatilah telah menetapkan medan pertarungan, yaitu Bumi. Setan pun telah menentukan langkahnya di muka bumi, yaitu tazyim (menghias atau mempercantik) perbuatan buruk dan jahat sehingga dianggap baik oleh manusia. Agar manusia tertipu dan berbuat maksiat. Begitulah, seseorang tidak melakukan kejahatan kecuali dia telah tertipu dengan kemaksiatan yang berbalut keindahan. Karena itu, pengetahuan kita tentang setan merupakan bentuk kewaspadaan kita terhadapnya.
1.Cara Setan Menyesatkan Manusia.
Iblis laknatilah yang sejak diusir dari surga hingga detik ini hanya bertugas untuk menyesatkan manusia. Tentu, iblis telah begitu ahli dan berpengalaman dalam bentuk pekerjaannya. Diantara pekerjaan yang dilakukan oleh iblis atau setan adalah :
a.Memperindah kemaksiatan,
b.Menamai kemaksiatan dengan nama-nama yang indah,
c.Menamai ketaatan dengan nama-nama yang menakutkan,
d.Menyusup ke dalam jiwa dari jalur yang paling disukai,
e.Menyesatkan manusia secara bertahap,
f.Menghalangi kebenaran,
g.Berpura-pura menasehati manusia,
h.Meminta bantuan kepada setan manusia.
Setan memiliki banyak pintu, diantaranya adalah Jahl (kebodohan), kemarahan, cinta dunia, cita-cita yang terlalu tinggi, tamak (terhadap dunia), pelit, sombong, senang dipuji, riya, ujub (bangga diri), gelisah dan keluh kesah, mengikuti hawa nafsu, buruk sangka, menganggap remeh orang lain, menganggap remeh dosa, aman (tidak merasa takut) terhadap makar/tipu daya yang diujikan Allah, serta putus asa terhadap rahmat Allah.
2. Minuman Dan Makanan Setan.
Sebagaimana manusia, setan pun memerlukan makan dan minum. Dalam kitab Sahih Bukhari dan Abu Hurairah r.a., mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah menyuruh mencari beberapa batu untuk beliau beristinja (bersuci) sambil berpesan : “Tetapi engkau jangan membawa kepadaku tulang atau kotoran binatang (yang kering).”
Rasulullah Saw telah mengingatkan bahwa setan menggunakan tangan kiri untuk makan dan minum dan kita diperintahkan untuk melakukan hal yang sebaliknya, makan dengan tangan kanan. Abdullah bin Umar r.a. mengatakan bahwa Nabi Saw telah bersabda :
Artinya :
“Jika kamu makan, hendaklah menggunakan tangan kanan; begitu juga jika kamu hendak minum, karena setan itu makan dan minum dengan tangan kiri !” (Hr Muslim).
Didalam musnad Imam Ahmad dikatakan : “Barangsiapa makan dengan tangan kiri, setan akan turut makan bersamanya.” Rasulullah Saw juga bersabda:
Artinya :
Jika seorang yang memasuki rumahnya terlebih dahulu membaca basmallah (menyebut asma Allah), begitu juga ketika makan, maka setan akan berseru kepada kaumnya : “Kalian tidak akan diberi kesempatan untuk bermalam dan makan bersama disini.” Sebaliknya jika seseorang memasuki rumahnya tanpa ucapan basmallah, setan akan berseru : “Kalian, wahai kaumku, mendapat kesempatan untuk bermalam.” Dan ketika dia tidak menyebut asma Allah ketika akan makan, maka setan akan kembali berujar : “Kalian dapat bermalam dan makan.” (Ditakhrijkan oleh Muslim).
Jika manusia dilarang makan daging yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, jin Mukmin pun memiliki kewajiban yang sama, yaitu memulai makan dengan bacaan Bismillah. Makanan yang menjadi santapan mereka adalah Tuhang (sisanya) yang asma Allah disebutkan ketika manusia memakannya. Tulang-tulang sisa yang ketika manusia memakannya tidak didahului dengan bacaan Basmallah akan menjadi makanan jin kafir (setan) ketika setan memang tidak menghalalkan makanan yang disebut asma Allah atasnya. Karena itu, sebagian ulama yang mengatakan bahwa bangkai adalah makanan setan karena binatang telah mati tanpa disebutkan asma Allah atasnya.
3.Tempat Berkumpul Dan Duduk-duduk Setan.
Jin tinggal dibumi yang ditinggali manusia. Sebagian besar dari mereka tinggal dibangunan-bangunan yang telah rusak dan kosong, dikebun-kebun dan lapangan yang kosong, tempat-tempat najis dan kotor seperti WC, serta tempat-tempat pembuangan sampah dan sejenisnya. Oleh karena itu, terdapat sejumlah hadist Rasulullah yang melarang kita melakukan shalat ditempat najis (WC) karena WC adalah tempat najis dan tempat yang dihuni oleh setan. Setan pun senang berada ditempat-tempat yang mereka dapat dengan leluasa berbuat kerusakan, seperti pasar.
Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw, yang artinya :
“Janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali memasuki pasar dan jika dapat jangan pula menjadi orang yang paling akhir meninggalkan pasar karena pasar merupakan tempat bertempurnya setan dan dengannya setan mengibarkan benderanya !” (HR Muslim).
Setan tidur dirumah-rumah yang dihuni manusia, dia dapat diusir dengan bacaan Bismillah. Dzikrullah, dan bacaan Al-Qur’an, terutama oleh bacaan Al-Qur’an dan ayat kursi.
Setan biasa duduk-duduk diantara tempat yang ternaungi dari matahari sehingga melalui hadistnya Rasulullah Saw melarang kita duduk-duduk diantara tempat berteduh dari sinar matahari.
4.Cara Menghindari Setan.
Jika keimanan seseorang telah kuat, ikhlas, dan betul-betul sesuai dengan garis yang telah ditetapkan Allah, setan tidak akan mampu menguasainya. Allah Swt berfirman :
“Sesungguhnya hamba-hambaku, kamu tidak akan dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.” (Al-Isra : 65).
Setan terkutuk mengetahui persis hal itu, sebagaimana Firman Allah Swt berikut ini :
“Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi dan pasti akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hamba engkau yang mukhlis diantara mereka.” (Al-Hijr : 39-40).
5.Senjata Muslim Memerangi Setan.
a.Waspada dan Hati-hati.
Melalui pengetahuan dan pengenalan kita tentang setan, baik cara, tujuan, maupun sarana yang digunakannya untuk menyesatkan kita, Insya Allah kita akan terhindari godaannya.
b.Beriltizam (komitmen) kepada Kitabullah dan Sunnah.
Jalan yang paling tepat agar kita terhindar dari godaan setan adalah sikap Iltizam kita kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah melalui pengalaman atas keduanya setelah mengetahui dan mendalaminya. Keduanya datang untuk membawa manusia pada jalan yang lurus, sedangkan setan bersungguh-sungguh untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus itu. Allah Swt berfirman :
“Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (Al-An’am : 153).
c.Berlindung kepada Allah.
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-A-raf : 199-200).
Istiadzah atau berlindung adalah memohon kepada Allah untuk menghindari kejahatan sebagaimana sikap Rasulullah Saw yang senantiasa beristihadzah dari kejahatan setan ketika berada dikamar kecil (WC), ketika mendengar suara keledai, ketika akan berjima’ dan ketika marah.
d.Selalu melakukan Dzikrullah.
Dzikrullah merupakan cara yang paling tepat untuk menghindari godaan setan sehingga Nabi Yahya a.s. berpesan kepada Bani Israel sebagai berikut :
“…. dan aku anjurkan kalian untuk berdzikir kepada Allah karena dengan berdzikir diumpamakan seseorang yang dikejar musuh lalu dia lari menjauhi hingga ke bentengnya. Di benteng itulah dia berlindung.”
Demikian juga dengan seorang hamba, dia tidak dapat membentengi dirinya sendiri kecuali dengan Dzikrullah.
e.Selalu bergabung dengan Jama’atul Muslimin.
Diantara hal yang dapat menyelamatkan seorang muslim dari jerat setan adalah pilihannya untuk hidup di dalam lingkungan muslim serta senang berada didalam kelompok orang-orang soleh yang mendukung upaya menegakkan kebenaran, mengingatkannya dari berbagai kemaksiatan, serta menganjurkannya untuk berbuat kebajikan. Bagaimana di dalam persatuan tersebut terdapat kekuatan sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw yang artinya :
“Barang siapa yang menginginkan kesenangan surga diantara kalian, hendaklah dia senantiasa bergabung dengan jama’ah muslimin karena setan itu berada didekat orang yang sendiri dan akan tersingkir dari dua orang atau lebih.” (HR Tarmidzi).
f.Selalu bertobat dan beristigfar.
Amal yang dapat mengalahkan tipu daya setan adalah bertobat dan kembali kepada Allah serta tidak meninggalkannya sampai datang kematian. Itulah amal yang senantiasa dilakukan oleh hamba-hamba Allah yang saleh. Sebagaimana Firman Allah Swt berikut ini :
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah dan ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Al-A’raf : 201).
g.Apakah ada alasan untuk mengikuti setan ?
Al-Quranul Karim telah mengingatkan kita dari kejahatan setan yang terkutuk, dari kelihaiannya menyesatkan manusia, serta kerakusan dan kesungguh-sungguhannya dalam membuat kerusakan. Allah Swt telah berfirman :
“Hai Anak Adam, janganlah sekali-kali kamu ditipu oleh setan.” (Al-A’raf : 27).
“…. siapa saja yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa : 119).
Permusuhan manusia dengan setan tidak pernah berhenti dan berubah karena dia merasa bahwa Adamlah yang telah menyebabkannya terusir dari surga dan dikutuk Allah. Karena itu, setan bertekad untuk balas dendam kepada Allah dan anak cucunya. Perhatikanlah Firman Allah Swt berikut ini :
“Dia (iblis) berkata : “Terangkanlah kepadaku inilah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku ? Sesungguhnya jika engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.” (Al-Isra : 62).
Sayangnya, banyak ulama sufi dan orang-orang menekuni masalah akhlak dan kejiwaan hanya memperhatikan masalah jiwa dengan mendaftar penyakit-penyakitnya, tetapi kurang mengenali setan. Padahal Allah Swt telah banyak mengingatkan kita dari bahaya yang ditimbulkannya. Selain itu, Allah pun telah memerintahkan kita untuk meminta pertolongan kepadanya dan Allah pun memerintahkan kita untuk memohon perlindungan kepadanya dari kejahatan.

Rabu, 22 September 2010

Tips Merawat Kerudung

1. Simpanlah kerudung dalam lemari atau tempat khusus dan lipat dengan rapi. Jangan ditumpuk dengan pakaian lain, agar tidak kusut ketika akan digunakan.

2. Cucilah kerudung dengan menggunakan sabun atau detergen dan hindari penggunaan mesin cuci


3. Keringkan kerudung dengan pengering mesin cuci atau jemurlah. Untuk keawetan warna, jangan terkena sinar matahari langsung.


4. Setrikalah dengan suhu sedang, jangan terlalu panas.


5. Berikan pewangi pada kerudung anda, agar terasa segar ketika digunakan.


Sumber: Katalog Permata.